Organisasi Berbasis Agama Hadapi Peningkatan Ancaman

2 min read

Semakin mendekati perayaan Hanukkah dan Natal, pejabat-pejabat Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika sama sekali tidak dapat bergembira.

“Saya berharap kita semua dapat berkumpul dalam perayaan multi-agama dalam beberapa hari raya mendatang, tetapi sayangnya kita berkumpul dalam suasana yang lebih muram,” kata Menteri Urusan Keamanan Dalam Negeri Alejandro Mayorkas.

Dalam seruan kepada organisasi-organisasi berbasis agama Mayorkas mendorong mereka untuk meningkatkan keamanan.

“Kita berada dalam situasi di mana terjadi peningkatan ancaman di negara kita,” ujarnya.

Perempuan memasuki sebuah masjid di Los Angeles, California, 30 Januari 2015. Masjid pertama di Amerika Serikat yang didedikasikan khusus untuk perempuan. (Foto: REUTERS/Lori Shepler)


Perempuan memasuki sebuah masjid di Los Angeles, California, 30 Januari 2015. Masjid pertama di Amerika Serikat yang didedikasikan khusus untuk perempuan. (Foto: REUTERS/Lori Shepler)

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS pada Rabu (6/12) mengeluarkan panduan baru untuk membantu gereja, sinagog, masjid dan kelompok berbasis agama lainnya meningkatkan keamanan fisik bagi jemaat dan fasilitas mereka.

Para pejabat dari berbagai lembaga juga telah meningkatkan penjangkauan, berusaha membagikan lebih banyak informasi intelijen tentang potensi ancaman.

Para pejabat keamanan mengatakan AS masih terperosok dalam situasi di mana ada peningkatan ancaman, dengan bahaya terbesar datang dari individu atau kelompok kecil yang menggunakan peristiwa-peristiwa saat ini untuk melampiaskan kekecewaan mereka.

Biro Penyidik Federal FBI mengatakan bahwa jumlah kasus kejahatan bermotif kebencian telah melonjak sekitar 60 persen selama dua bulan terakhir, dengan sebagian besar serangan yang menargetkan komunitas Yahudi… tetapi lampu peringatan ada di mana-mana.

“Ini bukan saatnya untuk panik. Ini saatnya untuk waspada,” ujar Direktur FBI Christoper Wray.

Lebih jauh ia mengatakan, “Orang-orang seharusnya tahu persis bahwa kita berada dalam masa yang lebih berbahaya dibanding sebelumnya.” [em/ab]

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours