Serang RS Indonesia, Pengamat Perkirakan Misi Utama Israel Untuk Kosongkan dan Kuasai Gaza Utara

4 min read

Berbicara dari Beijing, China, Senin sore (20/11) Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan “pemerintah Indonesia mengutuk sekeras-kerasnya serangan Israel terhadap Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang menewaskan sejumlah warga sipil.”

Retno menggarisbawahi bahwa “serangan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional.” Ia mendesak semua negara, “terutama yang memiliki hubungan dekat dengan Israel, menggunakan segala pengaruh dan kemampuannya untuk mendesak Israel menghentikan kekejamannya.”

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, wilayah yang dikuasai Hamas, mengatakan jumlah korban tewas dalam insiden serangan Israel ke RS Indonesia itu mencapai 12 orang, termasuk beberapa pasien kritis yang memang sedang menjalani perawatan di sana. Belum diketahui identitas para korban. Namun hingga laporan ini disampaikan pihak Kementerian Luar Negeri Indonesia dan MER-C, organisasi yang mengurus kebutuhan dan layanan medis RS Indonesia, belum berhasil mengontak tiga WNI yang menjadi relawan di sana.

Pengamat: Misi Utama Israel Untuk Mengosongkan Wilayah Utara Gaza

Pengamat Timur Tengah di Universitas Indonesia Yon Machmudi PhD. mengatakan serangan terhadap RS Indonesia ini jelas merupakan bagian dari misi Israel untuk mengosongkan wilayah utara Gaza dari warga sipil sehingga akan memudahkan operasi militer mereka untuk menghancurkan kelompok militan Hamas, yang menguasai wilayah itu sejak tahun 2007 setelah memenangkan pemilu parlemen Palestina setahun sebelumnya.

Pengamat Timur Tengah di Universitas Indonesia, Yon Machmudi (foto: courtesy).


Pengamat Timur Tengah di Universitas Indonesia, Yon Machmudi (foto: courtesy).

Yon menambahkan salah satu alibi Israel adalah beberapa rumah sakit di bagian utara Gaza memiliki labirin terowongan yang digunakan Hamas sebagai pusat komando operasi. Setelah minggu lalu menyerang RS Al Shifa, kini RS Indonesia yang menjadi target.

“Saya kira Israel tidak lagi mempedulikan (target diserang) merepresentasikan negara mana. Tujuannya adalah menghancurkan wilayah Gaza Utara, dan selama ini mereka belum berhasil untuk menemukan pusat perlawanan Hamas itu sendiri ada di mana,” ujar Yon seraya menambahkan bahwa hingga saat ini Israel berusaha meyakinkan dunia dengan menunjukkan foto dan barang bukti, yang bahkan disangkal oleh petugas medis di rumah sakit-rumah sakit terkait.

Yon, yang lama mengkaji politik negara-negara di Timur Tengah, mengatakan serangan Israel terhadap fasilitas-fasilitas medis itu jelas melanggar hukum humaniter internasional, dan ironisnya tidak ada satu negara pun yang dapat menghentikan tindakan itu.

Berupaya Hentikan Serangan Israel, Sejumlah Menlu Anggota OKI Dekati China dan Rusia

Saat menyampaikan kecaman terhadap serangan Israel, Senin siang (20/11), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sedang berada di Beijing untuk melangsungkan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Yordania, Arab Saudi, Mesir, Palestina dan Sekjen OKI. Ia mengatakan pertemuan itu dimaksudkan guna “menggalang dukungan, terutama negara-negara anggota tetap DK PBB, agar dapat segera melakukan gencatan senjata,” serta masuknya bantuan kemanusiaan tanpa hambatan.

Kunjungan dan pertemuan beberapa Menlu OKI ini adalah tindak lanjut Paragraf 11 dari Resolusi KTT Luar Biasa OKI-Liga Arab di Riyadh pada 11 November lalu. China merupakan presidensi Dewan Keamanan PBB pada bulan November ini.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi tiba untuk pertemuan dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan para menteri luar negeri dari negara-negara Arab dan mayoritas Muslim di Diaoyutai State Guest House, Beijing, 20 November 2023. (Pedro PARDO / AFP)


Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi tiba untuk pertemuan dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan para menteri luar negeri dari negara-negara Arab dan mayoritas Muslim di Diaoyutai State Guest House, Beijing, 20 November 2023. (Pedro PARDO / AFP)

Retno bersama para menteri luar negeri negara-negara anggota OKI ini akan terbang ke Moskow pada hari Selasa (21/11) untuk kembali menggalang dukungan guna mencapai tujuan yang sama.

Yon menilai geliat Indonesia bersama negara-negara anggota OKI yang mendekati China dan Rusia ini menarik. Negara-negara ini, ujarnya, tampaknya sadar betul bahwa mereka harus menggunakan kekuatan lain untuk menghentikan serangan Israel karena tiga negara besar anggota Dewan Keamanan PBB yang memiliki hak veto yaitu Amerika, Inggris dan Prancis, dipastikan tidak akan menghentikan serangan Israel ke Gaza.

Dengan dukungan China, dan mungkin kelak Rusia, maka konflik Israel-Hamas tidak lagi didominasi oleh negara-negara besar yang selama ini pro-Israel, ujar Yon. Selain itu, isu solusi dua negara sebagai cara utama menyelesaikan konflik Israel-Palestina sejak lama, juga akan semakin menguat. Namun, tegas Yon, yang paling mendesak saat ini adalah bagaimana mewujudkan gencatan senjata agar korban warga sipil tidak semakin banyak.

Israel Serang RS Al Shifa

Israel pekan lalu juga menyerbu dan menguasai RS Al Shifa, yang juga berada di bagian utara Gaza, dengan alasan fasilitas itu telah digunakan Hamas sebagai pusat komando dan menyandera ratusan orang yang diculik dari Israel ketika melancarkan serangan awal pada 7 Oktober lalu. Tudingan serupa juga telah disampaikan kepada RS Indonesia sejak awal November ini.

Israel pada hari Minggu (19/11) merilis video mengenai apa yang mereka gambarkan sebagai terowongan yang digali oleh warga militan Palestina di bawah RS Al Shifa. Pihak militer Israel mengatakan beberapa insinyurnya menemukan terowongan sedalam 10 meter dan sepanjang 55 meter menuju pintu tahan ledakan.

Meskipun mengakui memiliki jaringan terowongan rahasia sepanjang ratusan kilometer, bunker dan akses ke seluruh daerah kantong Palestina, Hamas membantah bahwa fasilitas tersebut berada atau melewati infrastruktur sipil seperti rumah sakit. [fw/em]

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours