Kim Jong-un Amati Foto-foto ‘Wilayah Target’ Hasil Bidikan Satelit Mata-mata Korut

2 min read

Media pemerintah Korea Utara melaporkan, Sabtu (25/11), bahwa Pemimpin Korut Kim Jong Un mengamati foto-foto “wilayah-wilayah target utama” yang diabadikan oleh satelit mata-mata baru negara itu. Wilayah-wilayah yang menjadi target termasuk Seoul, ibu kota Korea Selatan dan kota-kota yang menjadi pangkalan militer Amerika Serikat (AS)

Korea Utara, yang memiliki senjata nuklir, meluncurkan satelit pada Selasa (21/11), tetapi para pejabat Korea Selatan dan analis mengatakan kemampuan satelit itu belum diverifikasi secara independen.

Kantor berita pemerintah, KCNA, melaporkan bahwa Kim memeriksa foto-foto itu dan citra yang diabadikan dari beberapa area di Korea Utara dalam kunjungan di pusat kontrol Badan Teknologi Antariksa Nasional (National Aerospace Technology Administration/NATA) di Pyongyang pada Kamis (23/11).

Menurut KCNA, Foto-foto itu diabadikan saat satelit melintas di atas semenanjung itu pada Jumat (24/11) pagi, yang meliputi foto-foto Seoul, dan juga Mokpo, Kunsan, Pyeongtaek, Osan, di mana terdapat pangkalan militer AS dan Korea Selatan.

“NATA melaporkan kepada Kim Jong Un mengenai rencana mengabadikan wilayah boneka Korea Selatan dan proses penyesuaian tambahan pada satelit pengintai,” kata laporan tersebut. Proses tersebut akan berlanjut pada Sabtu.

“Sejumlah diplomat senior Amerika Serikat (AS), Korea Selatan, dan Jepang pada Jumat (24/11) mengutuk keras peluncuran satelit (pada 21 November) atas efek yang bisa mendestabilisasi wilayah itu,” kata Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataannya.

Awal pekan ini, KCNA mengatakan Kim melihat citra-citra yang diabadikan dari atas Guam, instalasi militer AS di kawasan Pasifik.

Menteri Pertahanan Korea Selatan Shin Won-sik mengatakan pada Kamis (23/11) bahwa Korea Utara telah “membesar-besarkan” dengan mengatakan bahwa Kim sudah melihat citra-citra satelit Guam.

“Meskipun satelit (pengintai Korut) itu memasuki orbit normal, akan butuh waktu lama untuk bisa menjalankan fungsi pengintaian normal,” kata Menhan Korea Selatan seperti yang dikutip oleh Yonhap. [ft/pp]

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours