Bantah Tuduhan Israel, MER-C Tegaskan RS Indonesia di Gaza Murni untuk Pengobatan

4 min read

Operator Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Senin (6/11) membantah tuduhan militer Israel bahwa fasilitasnya telah digunakan oleh Hamas untuk melancarkan serangan.

Berbicara dalam konferensi pers di Jakarta, yang disiarkan secara langsung melalui berbagai aplikasi, Presidium MER-C Dr. Henry Hidayatullah dengan tegas membantah tuduhan itu.

“Kami dengan tegas menyampaikan bahwa Rumah Sakit Indonesia yang berdiri di Gaza, Palestina, merupakan rumah sakit yang dibangun untuk memberikan pengobatan dan melayani masyarakat Gaza. Oleh karena itu disain dan proses pembangunan dirancang sesuai kebutuhan rumah sakit. Kami tidak pernah membuat terowongan terkait Hamas. Jika ada tanki di bawah tanah, itu memang tangki untuk menyimpan bahan bakar dan air,” tandasnya.

Lebih jauh Henry menegaskan, “Rumah Sakit Indonesia tidak memiliki hubungan dengan gerakan apapun, fokus hanya pada bantuan medis… Kami tidak pernah membuat terowongan apapun di dalam rumah sakit. Rumah sakit ini murni untuk bantuan medis warga Palestina di Jalur Gaza,” ujarnya.

Presidium Medical Emergency Rescue Committe (MER-C) , Henry Hidayatullah, Sarbini Abdul Murad, Faried Thalib (dari kiri ke kanan) saat konferensi pers soal pengiriman tim ke Gaza, Palestina di kantor MER-C , Salemba, Jakarta Pusat, 10 Oktober 2023 lalu.


Presidium Medical Emergency Rescue Committe (MER-C) , Henry Hidayatullah, Sarbini Abdul Murad, Faried Thalib (dari kiri ke kanan) saat konferensi pers soal pengiriman tim ke Gaza, Palestina di kantor MER-C , Salemba, Jakarta Pusat, 10 Oktober 2023 lalu.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang keamanan di rumah sakit demi memastikan agar bahan bakar untuk operasionalisasi tidak direbut Hamas, Henry mengatakan, “Secara manajemen telah menyerahkan soal pengelolaan rumah sakit kepada pemerintah setempat. Kami hanya mendukung apa yang dibutuhkan rumah sakit dalam kaitan dengan kebutuhan medis.”

Sejak berkecamuknya perang Israel-Hamas, Rumah Sakit Indonesia yang beroperasi mulai tahun 2016 itu kini melayani lebih dari lima ribu warga Jalur Gaza.

“Rumah sakit ini sekarang sangat penuh sesak dan sebenarnya tidak lagi dapat menampung pasien yang datang. Tim medis di dalam rumah sakit juga sangat kewalahan, mereka tidak dapat membantu begitu banyak pasien yang datang. Terlebih sebagian besar warga sipil Palestina juga tinggal di rumah sakit ini,” ujar Nur Ikhwan Abadi, salah seorang sukarelawan MER-C.

IDF Tuduh Hamas Luncurkan Roket dari Sebelah RS Indonesia

Juru bicara militer Israel mengatakan pada hari Minggu (5/11) bahwa sebuah gambar satelit menunjukkan peluncur roket terletak di seberang jalan dari Rumah Sakit Indonesia.

Selain menyampaikan pernyataan tentang operasi Hamas yang menyalahgunakan fungsi rumah sakit, termasuk membangun jaringan terowongan bawah tanah di beberapa fasilitas kemanusiaan itu, termasuk di bawah Rumah Sakit Indonesia, juru bicara Angkatan Bersenjata Israel IDF Daniel Hagari juga menunjukkan foto-foto yang diklaimnya sebagai “landasan peluncuran bawah tanah,” yang letaknya di samping Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, yang digunakan Hamas untuk menembakkan roket.

Ada pula rekaman video yang menunjukkan satu lubang berbentuk persegi di tanah sebelah rumah sakit yang dikelola MER-C itu, dan tembakan yang berasal dari jendela lantai atas rumah sakit, yang menurut Hagari ditembakkan oleh militan Hamas.

“Di sini Anda dapat melihat tentara-tentara IDF menemukan mulut sebuah terowongan. Ini bagian dari sebuah operasi, operasi darat, yang dilancarkan di rumah sakit dan menunjukkan bahwa terowongan ini digunakan untuk infrastruktur teror di rumah sakit Qatar. Jika (bukti) ini belum cukup, kami juga menemukan terowongan di bawah rumah sakit ini. Teroris itu juga menembak tentara kami dari dalam rumah sakit tersebut,” kaya juru bicara IDF itu.

Tidak ada rincian kapan foto dan video yang ditunjukkan Hagari itu diambil. Tetapi pernyataan Hagari pada hari Minggu itu disampaikan hanya beberapa hari setelah militer Israel mengklaim bahwa Hamas menjalankan basis operasi utama di bawah Rumah Sakit Shifa, rumah sakit terbesar di Jalur Gaza. Angkatan Bersenjata Israel IDF menuduh Hamas menggunakan fasilitas-fasilitas medis untuk melakukan kegiatan teror dan menggunakan pasien serta staf rumah sakit sebagai perisai manusia.

Namun, pejabat MER-C menandaskan bahwa tidak ada terowongan di bawah rumah sakit dan bahwa tangki bahan bakar serta generator-generator listriknya disimpan di gedung terpisah di dekatnya untuk alasan keamanan.

Komentar tersebut merupakan tanggapan terhadap tuduhan militer Israel bahwa Hamas menggunakan rumah sakit, termasuk rumah sakit utama Gaza al-Shifa, Rumah Sakit Sheikh Hamad yang didanai Qatar dan sebuah rumah sakit yang dibangun oleh kelompok dari Indonesia, sebagai penutup untuk melindungi operasi bawah tanahnya.

“Kami membangun rumah sakit ini untuk membantu orang lain, sesuai dengan kebutuhan warga Gaza,” kata Sarbini Abdul Murad, ketua MER-C.

“Tuduhan Israel merupakan alasan agar mereka dapat menyerang Rumah Sakit Indonesia di Gaza,” imbuhnya dalam konferensi pers di Jakarta.

Belum ada tanggapan dari pihak Pasukan Pertahanan Israel terhadap bantahan MER-C ini.

Indonesia, sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, telah menyerukan gencatan senjata segera dan telah mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Para pejabat kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas mengatakan lebih dari 9.770 warga Palestina telah tewas dalam perang tersebut sejak Hamas melancarkan serangan lintas batas pada 7 Oktober, menewaskan 1.400 orang dan menyandera lebih dari 240 orang. [ab/uh/em/ka]

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours