Legenda Man United dan Sepak Bola Inggris, Bobby Charlton, Tutup Usia

4 min read

Bobby Charlton, ikon sepak bola Inggris, tutup usia pada usia 86 tahun. Charlton, yang selamat dari kecelakaan pesawat yang menewaskan rekan-rekan satu timnya di klub Manchester United, adalah jantung tim nasional Inggris yang memenangi Piala Dunia 1966.

Pernyataan dari keluarga Charlton, yang dirilis oleh United, mengatakan dia meninggal pada Sabtu (20/10) dengan dikelilingi oleh keluarganya.

Gelandang dengan talenta luar biasa dan tendangan maut, Charlton menjadi mesin pencetak gol baik untuk United (249 gol) dan timnas Inggris (49 gol) selama lebih dari 40 tahun hingga prestasinya disaingi oleh Wayne Rooney.

“Sir Bobby adalah pahlawan bagi jutaan orang, tidak hanya di Manchester, atau di Britania Raya, tapi juga di mana saja sepak bola dimainkan di dunia,” kata United.

“Dia dikagumi untuk sikap sportifnya dan integritasnya seperti halnya dengan kualitasnya yang luar biasa sebagai pemain sepak bola. Sir Bobby akan selalu dikenang sebagai raksasa dalam pertandingan.”

Alex Ferguson, yang menjadi manajer United dari 1986 hingga 2013, mengatakan sebelum kematian Charlton menyebut bahwa dia “adalah pemain Manchester Uniter terhebat sepanjang masa – dan itu hal yang luar biasa.”

“Bobby Charlton benar-benar tidak ada yang menyamai dalam sejarah laga Inggris,” kata Ferguson.

Mantan pemain Manchester United, Bobby Charlton dan Denis Law, bersama Alex Fergusson berfoto di patung (dari kiri-kanan) George Best, Law, dan Charlton di Manchester, Inggris, 29 Mei 2008. (Foto: Paul Thomas/AP Photo)


Mantan pemain Manchester United, Bobby Charlton dan Denis Law, bersama Alex Fergusson berfoto di patung (dari kiri-kanan) George Best, Law, dan Charlton di Manchester, Inggris, 29 Mei 2008. (Foto: Paul Thomas/AP Photo)

Rendah hati

Charlton juga dikenal karena sifatnya yang rendah hati, displin, dan sikap sportif. Dia tidak pernah menerima kartu merah dalam 758 penampilannya untuk United dari 1956 hingga 1973 atau dalam 106 penampilan internasional untuk Inggris dari 1958 hingga 1970.

Charlton berlaga bersama George Best dan Denis Law. Ketiganya dikenal dengan sebutan Trinitas yang membawa United menjuarai Piala Eropa pada 1968 setelah mereka selamat dari kecelakaan pesawat di Munich pada 1958. Peristiwa nahas itu menewaskan hampir seluruh anggota tim “Busby Babes”, julukan untuk United saat itu. Dia memenangi tiga gelar liga Inggris selama di United dan satu Piala FA.

“Sebagai pesepak bola, dia memiliki kombinasi keanggunan, kekuatan, dan ketepatan, yang tak ada tandingannya,” kata mantan bek United, Bill Foulkes, yang juga selamat dari kecelakaan pesawat di Munich.

“Hal itu menambah kehebatannya dan lebih dari itu – sesuatu yang hanya saya utarakan sebagai keindahan.”

Rekor gol Charlton untuk timnas tak terpecahkan selama 45 tahun hingga Rooney berhasil mencetak gol ke-50 bagi timnas pada September 2015. Tiga gol Charlton untuk Inggris dicetak pada Piala Dunia 1966. Saat itu, Charlton berlaga tiap menit untuk tim dan menonjol terutama pada semifinal ketika dia mencetak gol dua kali dalam laga melawan Portugal yang membawa Inggris ke final utamanya untuk pertama kali.

Dalam final, Inggris mengalahkan Jerman Barat 4-2 setelah penambahan waktu.

Menjadi pelatih

Setelah pensiun pada 1973, Charlton menjadi pelatih dan mendirikan skema perekrutan talenta muda. David Beckham adalah salah satu dari peserta skema muda Charlton yang kemudian juga menjadi pemain hebat United.

Charlton kembali ke United pada 1984 sebagai direktur dan pada 1986 membujuk dewan direktur untuk menunjuk Fergusson sebagai manajer. Selama hampur 27 tahun berkarier di United, Fergusson berhasil membawa United memborong 38 trofi.

Ratu Elizabeth II menganugerahi Charlton gelar kebangsawanan pada 1994. Charlston masih menjadi andalan di Old Trafford, bahkan dia dibuatkan patung bersama Best dan Law di luar stadion itu.

Bobby Charlton dan istrinya, Lady Norma, menyaksikan laga tenis di Kejuaraan Tenis Wimbledon di London, 7 Juli 2018. (Foto: Kirsty Wigglesworth/AP Photo)


Bobby Charlton dan istrinya, Lady Norma, menyaksikan laga tenis di Kejuaraan Tenis Wimbledon di London, 7 Juli 2018. (Foto: Kirsty Wigglesworth/AP Photo)

Pada November 2020, Charlton didiagnosis menderita dementia, penyakit yang sama yang diderita saudaranya, Jack yang meninggal pada 2020 dalam usia 85 tahun. Pemenang Piala Dunia lainnya, Nobby Stiles, juga menderita penyakit yang sama.

Robert Charlton lahir pada 11 Oktober 1937 di kota produsen batu bara, Ashington, di timur laut Inggris. Bakatnya sudah tampak sejak muda.

Karier Charlton dimulai jauh dari rumah di Manchester pada usia 15 tahun. Dia memulai debutnya dengan United tiga tahun kemudian pada 1956.

Charlton meninggalkan istrinya, Norma, yang dinikahinya pada 1961 dan dua anak perempuan. [ft/ah]

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours